menu +
q
u
i
c
k
a
c
c
e
s
s
detil koleksi
Cover not available
TEMPO AGUSTUS 2017 : PARADOKS AMIR HAMZAH
penerbit : PT.TEMPO INTI MEDIA
bahasa : INDONESIA
issn : 0126-4273
deskripsi : JAKARTA, 2017
242HLM.;ILL.;26CM
no induk : 2-12430
jumlah : 1 koleksi
status : tersisa  1  koleksi
Abstrak :
- Revolusi acap memakan anak-anaknya sendiri. Amir Hamzah tewas dipancung pemuda sosialis dalam huru-hara mengusir pemerintah kolonial Belanda di Kesultanan Langkat, Sumatera Timur, pada 20 Maret 1946. Amir, penyair Pujangga Baru, sejak mula aktif dalam organisasi pergerakan yang menganjurkan kemerdekaan Nusantara dari kekuasaan Belanda.
Amir merambah semua gelanggang pergerakan menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945. Ia sekretaris Indonesia Muda, organisasi siswa yang aktif merumuskan Nusantara sebagai Indonesia.
- Para pemuda sosialis menuduh Amir pro-Belanda seperti keluarganya. Ia dibunuh karena dianggap tak tegas mendukung kemerdekaan Indonesia. Biarlah daku tinggal di sini Sentosa diriku di sunji sepi Tiada berharap tiada berminta Djauh dunia di sisi dewa DITULIS dalam huruf-sambung berkelir emas, bait pamungkas sajak "Naik-Naik" itu terpatri di nisan makam Tengku Amir Hamzah, pencipta sajak tersebut, di pelataran Masjid Azizi Tanjung Pura, Sumatera Utara.