menu +
q
u
i
c
k
a
c
c
e
s
s
detil koleksi
Cover not available
TEMPO JUNI 2017 : ENAM TERORIS INSAF
penerbit : PT.TEMPO INTI MEDIA
bahasa : INDONESIA
issn : 0126-4273
deskripsi : JAKARTA, 2017
122HLM.;ILL.;26CM
no induk : 2-12371
jumlah : 1 koleksi
status : tersisa  1  koleksi
Abstrak :
- Berbicara di depan ratusan takmir masjid se-Samarinda, Kurnia Widodo bercerita tentang pengalamannya merakit bom. "Saya pernah merakit bom di masjid, dan orang-orang tidak tahu," katanya di Ballrom Hotel Bumi Senyiur pada pertengahan Mei lalu. Kurnia menjadi salah satu pembicara seminar "Jaga Masjid Kita dari Pengaruh Terorisme dan Radikalisme" yang diampu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
- Meminta wartawan Tempo mencari mobil Toyota Innova hitam di sebuah rumah di Desa Tanjungsari, Sidoarjo, Jawa Timur, ketika membuat janji wawancara untuk edisi ini pada Jumat pekan lalu. Mobil itu menjadi penanda keberadaan Machmudi Haryono karena berbeda dengan mobil lain di perumahan itu. Mobil Machmudi bernomor polisi H, kode wilayah Semarang.
- DI kalangan anggota Jamaah Islamiyah, Ali Fauzi Mazin dikenal sebagai perakit sekaligus mentor meracik bom yang ulung. Ia pernah menjadi Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah Wilayah Jawa Timur. Sejumlah anak didiknya menjadi pelaku pengeboman Hotel JW Marriott di Mega Kuningan, Jakarta, yang menewaskan 14 orang dan melukai 156 orang, pada Juni 2003.
- Tak ada yang tak tahu Ali Imron. Pernah berlatih cara meramu bom dan strategi perang di Afganistan pada 1991-1996, ia salah satu pengebom Paddy's Pub, Sari Club, dan Konsulat Amerika Serikat di Denpasar pada 12 Oktober 2002. Sebanyak 202 orang tewas dan 209 terluka akibat bom di dua klub terkenal di Bali itu--jumlah korban bom terbanyak dalam kekejian terorisme di Indonesia.